Lambaian tangan pagi itu, dari orang-orang sauthampon mengiringi kapal baja yang super mewah dan fantastis meninggalkan inggris, berlayar menuju Amerika serikat membawa harapan baru pula, hidup baru, pekerjaan baru, alamat baru, dan mimpi-mimpi baru,
semuanya terasa lebiih cepat dan nyaman, tidak masalah penumpang kelas 3 harus berdesak-desakkan dikamar mandi, mereka menanti awan cerah menaungi langkahnya seiring bersentuhannya ujung titanic pada bumi Amerika.
tidur yang nyenyak dan mendebakan harus terhenti dengan kasar, pasalnya kurang dari 6 jam lagi, harusnya mereka sudah akan sampai, namun tanya tanya mengapa ini? ada apa ini? hanya dijawab dengan pemberian pelampung.
para ibu ketakutan, tangisan anak kecil dimana-mana, tatapan pilu para ayah seakan tau bahwa kini semua mimpi akan berahir di air dingin ini. Mr. Andrews mengatakan kurang dari 2 jam lagi, kita sudah berada di DASAR atlantik, kapten Smith dengan peluh putus asa memilih diam di kemudi dan menunggu apa yang sudah diterkanya terjadi, peraturan sebagai kapten pengemudi menjerat dadanya " jika kapal tenggelam, maka kapten pun turut bersamanya.
dilain sisi tuan Murdoch begitu sibuk mengatur para penumpang yang seakan kesetanan untuk mendapat jatah hidup, jatah sekoci maksud saya, dan benar , pada malam itu, hidup mati seseorang berada di tangannya. sebab ia yang berteriak, perempuan dan anak-anak naik lebih dahulu dan menjadi prioritas utama.
sehingga istri berpusah dari suami, anak berpisah ari ayah. sampai seorang anak kecil yang separuh badannya berada di sekoci, menangis keras dan berteriak karena ayahnya belum masuk, dan ayah nya dengan penuh ketenangan dan mampu menguasai dirinya bersahut " ini sekoci untuk para ibu dan anak, sekoci untuk para ayah sebntar lagi menyusul "
kini bangkai perhiasan dunia abad 20 itu telah karam dan menyatu dengan dasar atlantik yang gelap. setiap hari terus dimakan oleh cacing pemakan besi dan... ilmuan mengatakan mungkin 2030 nanti titanic benar-benar sudah tidak ada dan menjadi santapan para cacing dan bakteri.
tapi kisah para penumpangg titanic layaknya tidak untuk dilupakan, mereka yang telah menyatu pada atlantik,
bahkan untuk kisah fiksi yang james cameroon buat,..
Minggu, 15 Oktober 2017
titanic lagi
Lambaian tangan pagi itu, dari orang-orang sauthampon mengiringi kapal baja yang super mewah dan fantastis meninggalkan inggris, berlayar menuju Amerika serikat membawa harapan baru pula, hidup baru, pekerjaan baru, alamat baru, dan mimpi-mimpi baru,
semuanya terasa lebiih cepat dan nyaman, tidak masalah penumpang kelas 3 harus berdesak-desakkan dikamar mandi, mereka menanti awan cerah menaungi langkahnya seiring bersentuhannya ujung titanic pada bumi Amerika.
tidur yang nyenyak dan mendebakan harus terhenti dengan kasar, pasalnya kurang dari 6 jam lagi, harusnya mereka sudah akan sampai, namun tanya tanya mengapa ini? ada apa ini? hanya dijawab dengan pemberian pelampung.
para ibu ketakutan, tangisan anak kecil dimana-mana, tatapan pilu para ayah seakan tau bahwa kini semua mimpi akan berahir di air dingin ini. Mr. Andrews mengatakan kurang dari 2 jam lagi, kita sudah berada di DASAR atlantik, kapten Smith dengan peluh putus asa memilih diam di kemudi dan menunggu apa yang sudah diterkanya terjadi, peraturan sebagai kapten pengemudi menjerat dadanya " jika kapal tenggelam, maka kapten pun turut bersamanya.
dilain sisi tuan Murdoch begitu sibuk mengatur para penumpang yang seakan kesetanan untuk mendapat jatah hidup, jatah sekoci maksud saya, dan benar , pada malam itu, hidup mati seseorang berada di tangannya. sebab ia yang berteriak, perempuan dan anak-anak naik lebih dahulu dan menjadi prioritas utama.
sehingga istri berpusah dari suami, anak berpisah ari ayah. sampai seorang anak kecil yang separuh badannya berada di sekoci, menangis keras dan berteriak karena ayahnya belum masuk, dan ayah nya dengan penuh ketenangan dan mampu menguasai dirinya bersahut " ini sekoci untuk para ibu dan anak, sekoci untuk para ayah sebntar lagi menyusul "
kini bangkai perhiasan dunia abad 20 itu telah karam dan menyatu dengan dasar atlantik yang gelap. setiap hari terus dimakan oleh cacing pemakan besi dan... ilmuan mengatakan mungkin 2030 nanti titanic benar-benar sudah tidak ada dan menjadi santapan para cacing dan bakteri.
tapi kisah para penumpangg titanic layaknya tidak untuk dilupakan, mereka yang telah menyatu pada atlantik,
bahkan untuk kisah fiksi yang james cameroon buat,..
Langganan:
Postingan (Atom)